VAKSIN POHON BAMBU OLEH: MUSTOPA, M.Kep.Ns, PhD.

Orang bijak berkata “ Pribadi  yang tangguh adalah pribadi  yang sudah  selesai dengan urusan dirinya”. Artinya dia telah survival dan tidak akan di hambat oleh urusan urusan pribadinya yang akhirnya mengganggu perjalanan khidmat dan amal nyata di masyarakat. Kata orang bijak lagi” Apabila ingin  memberi maka kita  harus memiliki, ketika tidak memiliki maka kita tidak bisa memberi”. Demikian juga dengan  ketangguhan fisik, ilmu  dan kesehatan apabila kita tidak memiliki hal besar dia atas maka kita tidak bisa berkontribusi untuk orang lain dan lembaga tempat kita bekerja serta masyarakat.

Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap. Islam menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Sehat adalah kondisi fisik dengan  semua fungsi berada dalam keadaan sehat. Menjadi sembuh sesudah sakit adalah anugerah terbaik dari Allah untuk manusia, tidak mung­kin untuk bertindak benar dan memberi perhatian yang layak kepada ketaatan kepada Allah  jika tubuh tidak sehat dan mengalami  permasalahan dalam dirinya .

Kondisi  kesehatan adalah pemberian  yang sangat berharga, sangat bijak bila kita bersyukur atas kesehatan yang dimilikinya dan tidak bersikap kufur. Nabi SAW bersabda, “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Abu Darda berkata, “Ya Rasulullah, jika saya sembuh da­ri sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?” Nabi SAW menjawab, “Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyenanginya.”. Diriwayatkan oleh  at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”

Sesuai dengan harapan di atas penulis  membuat perumpamaan dengan Empat Filosofis ketangguhan pohon bambu yang  cocok  dijadikan  sebagai pendorong atau vaksin untuk kita  agar memiliki ilmu mumpuni,  pribadi tangguh dan sehat :

(1)  Bambu adalah tanaman yang unik  dengan waktu tanam  4 tahun.  Pada awal tahun belum menampakan pertumbuhannya yang penting namun pada saat itulah akar akar bambu tumbuh subur. Pada tahun kelima setelah pertumbuhan akarnya selesai barulah batang bambu akan muncul tumbuh menjulang ke langit. Pembelajaranya adalah  untuk menjadi orang hebat dan besar kita harus membangun pondasinya terlebih dahulu itulah yang sedang kita lakukan saat ini minimal 3 tahun sampai 4 tahun seorang  harus belajar untuk menguatkan pondasi  ilmu dan mencontoh  bagaimana Rosululloh  menjaga kesehatannya selama hidup.

(2) Pohon bambu adalah satu-satunya tanaman di Asia Pasifik yang fungsinya sangat banyak , bambu bisa hidup di alam dengan ragam cuaca dari tropis ke subtropis dari klasifikasinya bambu tergolong dalam tanaman rumput tapi bambu memiliki tinggi  spektakuler  terlentang dari 30 cm sampai 30 meter. Pohon bambu sangat berbeda karena memiliki karakter dan kegunaan  yang multiguna. Pohon bambu mengekspresikan dirinya sebagai rumput berbudaya martabat dan akhlaq tinggi. Pembelajarannya adalah  bahwa  kita bukanlah penentu akhir  akan tetapi sebuah  upaya mengekspresikan potensi diri sehingga mampu menyumbang ide ide besar pengembangan   yang akan membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa penuh mamfaat.

(3) Pohon bambu mampu  hidup di medan tanah yang serba sulit  dengan kemiringan tanah yang terjal ataupun di dekat sungai. Pembelajaranya adalah seorang dai dan pribadi yang bekerja di pesantren adalah seorang yang harus gigih dan punya keinginan untuk hidup dalam situasi sulit sekalipun saat Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom hampir seluruh kehidupan wilayah itu hancur semua bangunan rata dengan tanah tetapi tidak lama kemudian ada jenis tanaman  yang kembali menunjukan tanda-tanda kehidupan mendahului tanaman yang lain  tak lain adalah pohon  bambu hal ini mengajari kita untuk tidak terkungkung oleh kegagalan masa lalu, tetapi segera bangkit untuk menyalakan pelita dengan berjuang bersama  sama memberikan motivasi hidup dan memberikan contoh dalam budaya akhlak dan budaya hidup yang sehat.

(4) Terakhir pohon bambu memiliki fleksibilitas yang baik, jarang kita menyaksikan pohonnya roboh di tengah  pohon-pohon lain akibat serangan angin besar. Bambu tetap kokoh   tidak mudah patah dan sesekali pohon bambu mengeluarkan suara mengikuti irama angin dengan kelenturan. Sementara itu pohon lain dengan batang yang lebih besar justru tidak kuat menghadapi kencangnya tekanan angin inilah yang disebut dengan fleksibilitas. Pelajarannya adalah kita perlu mendapat latihan yang cukup dalam  menghadapi tantangan dan kesulitan dengan begitu tidak mengalami keguncangan baik kejiwaan maupun fisik ketika mengalami kesulitan. Tubuh yang sering mendapatkan latihan akan memiliki kelenturan yang baik ketika mengalami trauma fisik tidak akan mudah fraktur komplek.

Dengan memiliki ketangguhan fisik kesehatan dan keilmuan filosofis bambu kita akan seperti mendapat daya imunitas seperti pohon bambu. Pribadi tangguh yang telah selesai dengan dirinya sendiri dan memiliki sesuatu yang akan di berikan kepada orang lain..


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *